Halo Blibli readers!

Setelah kita arungi Jember dan Ponorogo, yuk saya ingin memperkenalkan dua kota selanjutnya yang wajib kamu kunjungi, yaitu Kudus dan Garut. Eits tunggu dulu, dimohon jangan mengerutkan dahi cepat-cepat. Dua kota ini merupakan kota-kota bagian sejarah yang patut kamu perhatikan. Banyak sisi sejarah agama Islam dan Hindu yang terdapat di dua kota tersebut. Bagaimana? Yuk kita mulai saja perjalanan ini.

9253091

Kudus

Terkait dari nama Sunan Kudus, kota Jawa Tengah ini dikenal dengan melahirkan pemain-pemain bulu tangkis dan tentunya penyebaran agama Islam. Namun di kota ini juga kental dengan toleransi antar umat agama. Contohnya dulu Sunan Kudus membangun masjid berbentuk Pura untuk penganut Hindu hanya untuk melangsungkan hidup berdampingan antar agama.

Sebelum saya menuju tempat mana saja yang oke untuk didatangi cobalah untuk berkuliner ria. Saya sarankan untuk ke Soto Kudus Pak Denuh di Jl.Agil Kusumadjaya berdekatan dengan rumah sakit Mardi Rahayu. Lalu kalau kamu ingin mencoba sate dan soto kerbau, datangi Taman Bojana di Jl.Simpang Tujuh seberang alun-alun kota.

What To See

Awal perjalanan dimulai dari Masjid Menara. Masjid ini dibangun pada abad ke-16. Bangunan ini konstruksinya dibuat dengan batu asal Baitus Maqdis di Palestina dan memiliki nama alias yaitu Masjid Al-Aqsa. Kemudian kamu bisa menemukan museum Keretek yang berlokasi (sekitar dua kilometer dari pusat kota) di Desa Getas menceritakan sejarah ditemukannya kretek di tahun 1905 sehingga menjadi industri kretek.

2013-01-25-14-29-50
Makam Sunan Muria

Jangan lupa untuk mengunjungi makam Sunan Muria. Kalau dari Kudus makam ini berjarak 18 kilometer, terletak di desa Colo. Jangan khawatir untuk mengitari atau mau mencari cerita sejarah dari sunan, karena tukang ojek dari area parkir memang sudah ditugaskan untuk mengantar pengunjung. Lalu untuk kamu yang pecinta alam di Kudus ada air terjun Monthel. Wisata alam ini sangatlah populer diantara kalangan remaja disana. Dan letaknya sendiri tak jauh dari makam Sunan Muria.

Garut

Siapa yang tak kenal dengan dodol Garut penganan ciri khas Indonesia. Salah satu pembuatan dodol terbesar di Jawa Barat ini memiliki berbagai rasa yang tak terkalahkan. Ya, itulah Kota Garut. Bilamana kamu ingin mengunjungi pusat jajanan khususnya dodol coba kamu kunjungi Pusat Dodol Jalan Otista. Produk dodol disini merupakan turun temurun dari jaman dulu. Ada dua rasa yang paling terkenal disana yaitu rasa Cokodot (cokelat dodol) dan Brodol (brownies dodol).

papandayan
Gunung Papandayan

What To See

Garut juga dikenal dengan penikmat alam-nya. Kota ini dikelilingi rangkaian pegunungan yang terdiri dari Gunung Guntur, Cikuray, dan terakhir apabila kamu yang baru saja menjadi newbie pendaki gunung disarankan untuk mencoba Papandayan terlebih dahulu. Bosan dengan pegunungan? Kamu bisa ke Curug Orok. Curug atau air terjun yang berkisah mengenai seorang ibu yang pernah melempar oroknya setinggi 45 meter menjadikan daya tarik sendiri (kedengarannya agak mistis memang). Lokasi curug ini berada di Cikajang, 31 km dari pusat kota.

candi-cangkuang
Candi Cangkuang

Selain curug ada Candi Cangkuang. Candi ini termasuk temuan yang paling baru di tahun 1966. Candi penginggalan kerajaan Hindu ini diharuskan menyeberang danai naik rakit untuk mengunjunginya. Terakhir untuk kamu para pecinta bahan kulit, Garut menjadi pilihan tepat. Dari terminal Guntur kamu bisa naik angkutan umum menuju Sukaregang sentra kerajinan kulit.

Nah nggak ketinggalan kuliner dong! Garut dikenal dengan cita rasa makanan laut mereka. Maka saya ingin menyarankan untuk pergi ke Mulih K’Desa di Jl. Raya Samarang, Kamojang. Udang rarong dan gurami cobeknya mantap! Dan kamu dapat memilih seafood dengan harga terjangkau yaitu di Depot Seafood Cak Mul di Jl. Otista dekat hotel Paseban.

So, itulah enam kota di Jawa pilihan yang patut kamu pertimbangkan untuk menjadi bahan trip kamu selanjutnya. Jangan lupa beli perlengkapan traveling-mu hanya di Blibli. Happy traveling!


NO COMMENTS

LEAVE A REPLY