Hai Blibli Readers!

Jika di artikel sebelumnya: Arungi Kota-Kota di Jawa – Part 1, saya mengajak rekan-rekan ke Cirebon, maka di tulisan di bawah ini saya mengajak menjelajah di Jember dan Ponorogo.

Jember

Setelah kota Cirebon di provinsi Jawa Barat kita sudah jelajahi, yuk mari kita menuju ujung Jawa bagian Timur, yakni Jember. Kota ini diyakini sudah menjadi saingan dari dua kota tetangganya, yaitu Malang dan Banyuwangi. Terakhir saya kesana memang sudah dipastikan kota ini menjadi kota favorit saya di pulau Jawa ini. Landscape-nya yang apik membuat saya selalu terkagum-kagum.

Kabupaten di selatan Jawa Timur ini memiliki berbagai pilihan obyek wisata. Menurut saya pertama-tama yang kamu musti buru disini adalah kulinernya. Kalau dulu saya cek, kuliner disini masih sangat terjangkau. Bahkan di hotel berbintang sekalipun. Tapi ada tiga tempat utama yang wajib kamu cicipi. Satu, bakso Pak Samino di Jl Kenanga, daerah Gebang. Bakso ini paling terkenal di Jember. Kedua, warung Bromo (warung Bu Yono) di jl. Mawar no.70, letaknya di belakang stasiun Jember. Apa yang menjadi juaranya? Menu nasi rawon, pecel, dan es degan menjadi menu andalan untuk dipesan pengunjung. Lezatnya pas. Lalu kalau kamu ingin mencoba makanan khas Jawa Timur coba datanglah ke Pujasera di Jl.PB.Sudirman, letaknya juga tak jauh dari stasiun.

papumaa
Tebing Malikan (Pantai)

What To See?
Saya selalu dibuat terpesona oleh Tanjung Papuma. Kalau kamu tipe orang pantai (seperti saya) coba deh kesini. Ada pesisir tebing yang menjulang tinggi dan bisa melihat samudera lepas, yaitu di Malikan. Tebing ini yang disebut-sebut sebagai tandingan tebing Twelve Apostles di Australia. Hebat bukan? Tapi tenang saja, ada juga untuk kamu yang pencari ketenangan. Di tanjung ini juga memiliki pasir putih yang memesona matamu.

Masih berbau pantai, Jember memiliki Pantai Bendealit. Berjarak 35 kilometer dari kota pantai ini lantas tak selalu sepi pengunjung. Yang membuat pantai ini selalu ramai (walau tetap bersih) adalah mempunyai karakter ombak yang tenang dibandingkan dari deretan pantai-pantai di Selatan Jawa.

Pantai Bandealit
Pantai Bandealit

Lalu ada Taman Botani Sukorambi. Sekilas taman ini mirip dengan Taman Wisata Mekarsari di Bogor. Tak jauh, taman ini menawarkanmu rekreasi bertema lingkungan lewat kebun tumbuhan dan arena outbond. Cocok sekali untuk kamu yang sedang berlibur bersama keluarga. Terakhir, Jember selalu dimeriahkan dengan Jember Fashion Carnaval. Aneh memang kota yang tampak tenang dan tak disangka memiliki salah satu karnaval termeriah di dunia ini. Apabila kamu bulan Juli kesini, jangan lupa untuk pesan hotel terlebih dahulu atau kamu akan kehabisan karena karnaval ini.

162720_jember-fashion-carnaval-2012_663_382
Jember Fashion Carnaval

Ponorogo

Satu kalimat pertama yang saya ucapkan ketika datang ke kota Ponorogo adalah “Wah saya bisa masuk angin nih” haha.. bagaimana tidak? Cuaca yang terik tapi angin bersemilir kencang terus. Maklum saya tipikal orang yang mudah masuk angin. Tapi bukan berarti kota ini tidak menyimpan sejuta pesonanya. Nama Ponorogo sendiri memiliki arti unik tersendiri, berasal dari kata Pramana Raga yang diartikan ‘Dalam raga manusia terdapat rahasia hidup berupa olah batin terhadap sifat-sifat negatif dan positif’ ketika saya tahu mengenai ini, saya cuman bisa bilang, Indonesia itu memang unik!

What To See?
Satu hal yang membuat saya takjub dengan Ponorogo adalah Telaga Ngebel-nya. Buang jauh-jauh persepsi Indonesia nggak memiliki nuansa Eropa. Di Telaga ini kamu akan berasa di Eropa Timur pemandangannya. Berlokasi di Gunung Wilis, telaga ini menjadi destinasi favorit warga kota. Mau menikmati udara sejuk lainnya? Kamu bisa menuju Air Terjun Pletuk yang terletak di Desa Jurug. Selain kamu bisa melihat megahnya air terjun tersebut, kamu bisa mencicipi dua produk khas desa, yaitu buah naga dan nasi gegog (nasi yang dibungkus daun pisang).

n5m (79)
Saya di Telaga Ngebel

Dan yang tak bisa ketinggalan adalah kamu harus mengunjungi upacara Grebeg Suro. Upacara ini menampilkan arak-arakan, Festival Reog, dan larung sesaji di Telaga Ngebel. Karena Ponorogo tak lengkap apabila tak ada penampilan reog itu. Karena Reog merupakan hal yang fantastis yang bisa kamu temukan di negaramu ini: Indonesia.

Sejumlah penari Reog Ponorogo beratraksi di GOR Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS), Rabu (22/9)
Reog (photo courtesy by kaskus.co.id)

Jangan lupa untuk kulinernya! Saya sarankan kamu santap nasi pecel Mbok Rah yang selalu menjadi langganan pejabat setempat. Nasi pecel ini buka dari jam 6 pagi sampai 9 pagi saja.

 

Masih semangat menjelajahi kota-kota di Jawa bersama saya? Nantikan tulisan saya selanjutnya: Arungi Kota-Kota di Jawa – Part 3 🙂


1 COMMENT

LEAVE A REPLY