Halo Blibli readers, selamat tahun baru untuk semuanya, semoga di tahun ini kita bisa mencapai hal yang terbaik untuk hidup kita!

Seperti biasa, tak jauh dari kata liburan, traveling, atau jalan-jalan, tahun baru merupakan hal yang paling saya tunggu. Agenda kalendar sudah di tangan saya dan siap saya rencanakan untuk melancong di tahun 2014 ini. Selagi bulan belum menuju Februari masih banyak waktu untuk kamu list down kota mana saja di Indonesia yang dapat kamu kunjungi. Tapi saran saya lebih baik tidak pergi di bulan Januari ini, curah hujan yang besar terkadang mempengaruhi segala medan, khususnya di laut.

Kalau kemarin saya sudah menelusuri beberapa pantai, pulau, sampai gunung dan “Afrika”-nya Indonesia (yang sebentar lagi videonya akan ada buat kamu tonton) sekarang saya lebih ingin menikmati kebudayaan masyarakat dan nuansa kota-kota yang ada di nusantara kita ini. Bagaimana menurutmu? Setuju? Yuk kita mulai jalan-jalan kita!

Kehidupan bermasyarakat di indonesia selalu menjadi perhatian bagi saya. Bagaimana nggak, kita ini memiliki banyak suku, jadi adat istiadat yang menjadi kebudayaan tersendiri di setiap kota ini selalu ada saja yang berbeda, benar bukan? Nah bagaimana kita melihat kehidupan sosial, kuliner, dan budaya itu dengan yang terdekat terlebih dahulu. Ya, yuk kita arungi kota-kota di Jawa.

Kalau boleh jujur, dihitung-hitung saya sudah ke-25 kota di Jawa, tapi masih saja bisa menemukan hal yang mengejutkan bagi saya. Ada saja yang menarik mata saya. Seru bukan? Nah di artikel ini saya akan menyuguhkan deretan kota-kota di Jawa yang dibawah radar. Maksudnya yang orang tak terpikirkan untuk didatangi atau setidaknya bukan menjadi favorit. Padahal mereka menyimpan sejuta pesona hehe…

Kita mulai yuk dengan kota pertama:

CIREBON
Kota yang berasal dari dua suku kata dalam bahasa daerah, Ci yang berarti sungai dan rebon adalah udang kecil merupakan kota di Jawa Barat yang saya bisa katakan ciamik sekali. Keunggulan bagi saya di kota Cirebon ini adalah kulinernya. Namun kota yang menjadi salah satu basis penyebaran Islam di Jawa oleh Sunan Gunung Jati punya daya tarik sendiri. Banyak sekali tawaran menarik yang dapat kamu lihat disini.

Jadi pertama-tama kamu bisa mengunjungi makan Sunan Gunung Jati yang terletak di Desa Astana. Lalu kamu bisa lanjutkan ke Tamansari Sunyaragi dimana dulunya tempat ini digunakan para sultan untuk bersemedi. Di Tamansari kamu bisa menyaksikan bangunan-bangunan tua berbentuk candi Hindu bersama gua-gua kecil didalamnya.

Tamansari Goa Sunyaragi
Tamansari Goa Sunyaragi www.gresnews.com

Puas melihat makam dan tempat bersemedi, saran saya kamu juga coba melihat dua keraton yang menjadi daya tarik wisatawan, yaitu Keraton Kesepuhan dan Keraton Kecireboban. Kesepuhan merupakan keraton tertua di Cirebon yang didirikan oleh Sunan Gunung Jati di abad ke-16. Di keraton ini kamu dapat melihat cerita sejarah melalui lukisan-lukisan di dinding yang menceritakan kisah-kisah Injil. Lain dengan kisah Kecirebonan, keraton yang diturunkan derajatnya karena menolak bekerja sama dengan Belanda. Keraton ini menjadi satu-satunya yang di zaman penjajahan menentang keras pemerintah kolonial Belanda.

Keraton Kacirebonan
Keraton Kacirebonan

Kalau kamu yang gemar berburu cenderamata khas lokal, kamu bisa menuju kampung Batik Trusmi. Batik Cirebon yang lazim disebut batik mega mendung ini wajib kamu koleksi. Apalagi kamu bisa secara tatap muka melihat proses pembuatan dari batik-batik tersebut.

Terakhir, bagi saya Cirebon juara juga di kulinernya. Kalau saya sedang berada di kota ini pasti saya langsung mencoba empal gentong. Coba kamu ke Pujasera, disana ada nasi jamblang dan nasi lengko. Atau kalau cuaca sedang terik, langsung saja ke Es Kopyor 4848 yang terkenal itu, dan jangan lupa juga mencoba cemilan tradisionalnya di Es Kopyor 4848 tersebut.

Tari Topeng Cirebon
Jangan lewatkan tarian topeng Cirebon yang magis!

Ini merupakan destinasi pertama dalam artikel saya mengajak Blibli Readers mengarungi kota-kota di Jawa. Kota Cirebon sempurna dalam memulai petualanganmu. Pergi ke Cirebon juga mudah, saran saya lebih baik naik kereta saja, Cirebon Express atau Argo Jati dengan jarak yang ditempuh selama 3 jam dari Jakarta. Dekat bukan?

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY